14 Contoh Kalimat Pasif Berpola O-P-S-Pel-K Dalam Bahasa Indonesia

52 Dilihat

Kalimat dalam Bahasa Indonesia: 39 Frasa Adjektiva Terpopuler

Indonesia memiliki bahasa yang kaya akan variasi kata adjektiva. Setiap kata memiliki makna dan pemakaian tersendiri. Pahami frasa adjektiva dengan contoh kalimat berikut ini:

1. Tinggi hati

Orang tersebut selalu tinggi hati dan merasa dirinya lebih unggul dari yang lain.

2. Bersih-bersih

Rumah ini harus dibersih-bersihkan agar terhindar dari debu dan kotoran.

3. Cerah hati

Semua orang terlihat cerah hati setelah mendengar berita gembira tersebut.

4. Lemah lembut

Wanita tersebut selalu bersikap lemah lembut dalam pergaulan sehari-hari.

5. Hidup sehat

Seorang atlet harus menjaga kesehatan tubuhnya sehingga dapat hidup sehat dan berprestasi.

6. Cahaya mata

Setiap kali melihat wajah anak-anaknya, Bapak tersebut selalu berbinar-binar cahaya matanya.

7. Senang hati

Saudara kita semua pasti senang hati apabila dapat menyumbangkan sedikit rezekinya kepada orang-orang yang membutuhkan.

8. Busuk hati

Tidak baik memendam dendam dan busuk hati terhadap orang lain.

9. Bersih hati

Kita harus selalu bersikap jujur dan bersih hati dalam hubungan dengan orang lain.

10. Sejuk mata memandang

Pemandangan di pegunungan selalu sejuk mata memandang dan membangkitkan semangat kita.

11. Khawatir hati

Keluarga kita pasti khawatir hati apabila kita tidak memberitahukan keberadaan kita dalam waktu yang lama.

12. Terang benderang

Setelah gerhana bulan, langit menjadi terang benderang dan menyenangkan untuk diamati.

13. Tersenyum lebar

Sahabat kita selalu tersenyum lebar ketika linkungan kerja kondusif dan beban pekerjaan ringan.

14. Kelam hati

Banyak orang yang kelam hati ketika melihat keburukan dan kesalahan orang lain.

15. Suka lupa

Orang yang suka lupa biasanya akan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis.

16. Bersyukur hati

Kita harus selalu bersyukur hati atas nikmat-nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

17. Tekun belajar

Anak-anak harus tekun belajar agar masa depan mereka cerah dan sukses.

18. Gampang marah

Orang yang gampang marah cenderung sulit berkomunikasi dengan orang lain.

19. Para dewasa

Para dewasa harus menunjukkan contoh yang baik kepada anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas.

20. Cerdas otak

Perkembangan teknologi memerlukan sumber daya manusia yang cerdas otak untuk dapat meng-operasikan dan memanfaatkannya secara optimal.

21. Memakai acuan

Dalam menulis karya ilmiah, sangat penting untuk memakai acuan yang jelas agar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

22. Halus hati

Wanita yang halus hati selalu dihargai dan dihormati oleh lingkungan sekitarnya.

23. Kejam hati

Orang yang memiliki kepribadian kejam hati tidak akan dapat hidup bahagia karena selalu mencari kesalahan orang lain.

24. Berpikir logis

Berpikir logis sangat penting dalam urusan bisnis agar dapat menghasilkan keputusan yang tepat dan menguntungkan.

25. Suka makan

Orang yang suka makan harus belajar mengatur pola makan agar terhindar dari masalah kesehatan.

26. Berpikiran terbuka

Berpikiran terbuka sangat penting dalam memahami perbedaan pendapat dan budaya antara kita dengan orang lain.

27. Suka melebih-lebihkan

Kebiasaan suka melebih-lebihkan dapat membuat orang tersebut kehilangan kepercayaan dari lingkungan sekitar.

28. Tegar hati

Orang harus selalu tegar hati menghadapi masalah hidup agar dapat mengatasinya dengan bijak.

29. Malu-malu kucing

Wanita yang malu-malu kucing banyak dicintai oleh para pria karena selalu menunjukkan sikap sopan dan santun.

30. Tidak sabar

Banyak orang yang tidak sabar dalam mengambil keputusan sehingga membuat keputusan yang salah dan merugikan.

31. Bijaksana hati

Orang bijaksana hati selalu dapat menyelesaikan masalah dengan solusi terbaik dan menyejukkan.

32. Suka memberi

Orang yang suka memberi akan merasa lebih bahagia dan sejahtera karenanya.

33. Tidak sabar menunggu

Banyak orang yang kehilangan kesempatan dan peluang kerena tidak sabar menunggu dan bereaksi buruk terhadap kegagalan.

34. Suka meratapi

Orang yang suka meratapi nasib akan sulit untuk membuat perubahan dan meraih kesuksesan dalam hidupnya.

35. Terus belajar

Pendidikan tidak berhenti di bangku sekolah saja, kita harus terus belajar dan mengembangkan diri agar bisa bersaing di dunia kerja yang kompetitif.

36. Arogan hati

Orang yang arogan hati selalu merasa dirinya lebih unggul dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

37. Semangat baja

Orang yang memiliki semangat baja selalu pantang menyerah dan berusaha untuk mencapai tujuannya.

38. Manja hati

Wanita yang manja hati seringkali membuat orang disekitarnya merasa jenuh dan kesal.

39. Kuat hati

Orang yang kuat hati selalu dapat menghadapi tantangan hidup dengan baik dan tidak mudah menyerah.

Perbedaan Kalimat Aktif Dan Kalimat Pasif: Tips Membedakan

Bahasa Indonesia memiliki dua jenis kalimat, aktif dan pasif. Kedua jenis kalimat tersebut memiliki perbedaan dalam struktur dan maknanya. Mari kita lihat perbedaan di antara keduanya:

1. Struktur Kalimat

Kalimat aktif terdiri dari subjek yang melakukan aksi, predikat yang menyatakan aksi, dan objek yang menerima aksi. Contohnya: Saya makan nasi goreng.

Sedangkan kalimat pasif terdiri dari subjek yang menerima aksi, kata kerja to be (is, am, are, was, were), dan objek yang melakukan aksi. Contohnya: Nasi goreng dimakan oleh saya.

2. Penekanan

Penekanan dalam kalimat aktif terletak pada subjek yang melakukan aksi atau objek yang menerima aksi.

Penekanan dalam kalimat pasif terletak pada objek yang menerima aksi atau subjek yang melakukkan aksi.

3. Makna

Kalimat aktif lebih sering digunakan untuk membuat kalimat yang langsung terkait dengan aktivitas atau kegiatan sehari-hari. Contohnya: Anak itu membaca buku.

Sedangkan kalimat pasif lebih sering digunakan untuk membuat kalimat yang berupa laporan atau penjelasan tentang suatu kejadian tertentu. Contohnya: Buku itu sudah dibaca oleh anak tersebut.

4. Kesan

Kalimat aktif memberikan kesan yang lebih hidup dan dinamis karena terdapat subjek yang melakukan aksi terhadap objek. Contohnya: Saya suka menulis cerpen.

Sedangkan kalimat pasif memberikan kesan yang lebih netral karena terdapat objek yang menerima aksi. Contohnya: Cerpen itu sering sekali dibaca oleh banyak orang.

5. Kepentingan

Kalimat aktif lebih sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari karena lebih mudah dipahami dan dinamis.

Kalimat pasif lebih sering digunakan dalam tulisan ilmiah dan administratif karena lebih netral dan formal.

Kesimpulan

Bahasa Indonesia memiliki frasa adjektiva yang sangat bervariasi dalam maknanya. Memahami frasa adjektiva dapat membantu seseorang dalam memahami arti suatu kalimat secara keseluruhan. Selain itu, perbedaan antara kalimat aktif dan kalimat pasif dapat membantu seseorang dalam menyusun kalimat secara benar dan efektif. Jangan lupa untuk selalu berlatih dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.