20 Contoh Penulisan Catatan Kaki Dan Daftar Pustaka Yang Benar

85 Dilihat

Catatan Kaki: Pentingnya Menulis Daftar Pustaka yang Tepat

Menulis catatan kaki dan daftar pustaka adalah bagian penting dari sebuah karya tulis ilmiah. Kedua hal ini menjadi penanda bahwa kita sebagai penulis tahu darimana sumber kita mengambil informasi. Tanpa catatan kaki dan daftar pustaka yang tepat, tulisan kita bisa dikatakan sebagai plagiat atau pencurian hasil karya orang lain. Oleh karena itu, sebagai penulis kita harus memastikan bahwa catatan kaki dan daftar pustaka yang kita tulis adalah benar dan sesuai kaidah peraturan yang berlaku.

Perbedaan Antara Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Sebelum membahas lebih jauh tentang bagaimana kita menulis catatan kaki dan daftar pustaka yang tepat, kita perlu mengenal perbedaan antara kedua hal tersebut. Catatan kaki adalah tempat untuk menempatkan kutipan atau rujukan yang tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut di tengah-tengah tulisan. Sedangkan daftar pustaka adalah tempat untuk mencantumkan semua sumber yang kita gunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah, termasuk catatan kaki. Daftar pustaka biasanya dituliskan di akhir karya tulis sebagai referensi atau panduan bagi pembaca.

Catatan Kaki yang Benar

Mengutip sumber dengan benar adalah hal penting dalam menulis catatan kaki. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis catatan kaki:

1. Format penulisan

Format penulisan catatan kaki dapat berbeda-beda tergantung pada aturan yang berlaku di lembaga atau disiplin ilmu tertentu. Secara umum, format yang digunakan adalah Author-Date atau Numeric. Pada format Author-Date, nama penulis dan tanggal publikasi dituliskan di dalam kurung di akhir kalimat, sedangkan pada format Numeric, nomor urut sumber dan informasi bibliografi dituliskan di dalam kurung di akhir kalimat. Jangan lupa untuk menuliskan halaman atau paragraf yang menjadi sumber kutipan diikuti dengan tanda koma sebelum menuliskan kutipan tersebut.

2. Kutipan langsung dan tidak langsung

Ada dua jenis kutipan yang bisa kita gunakan dalam menulis catatan kaki, yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah penulisan langsung dari sebuah sumber yang kita kutip, sedangkan kutipan tidak langsung adalah penulisan ulang dari sebuah sumber dengan menggunakan pemikiran kita sendiri. Kutipan langsung harus diletakkan di dalam tanda petik satu (‘) atau tanda petik ganda (“). Sementara itu, kutipan tidak langsung tidak perlu diletakkan di dalam tanda petik.

Daftar Pustaka yang Tepat

Daftar pustaka juga merupakan hal penting untuk dipertimbangkan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis daftar pustaka:

1. Format penulisan

Format penulisan daftar pustaka dapat berbeda-beda tergantung pada aturan yang berlaku di lembaga atau disiplin ilmu tertentu. Secara umum, format yang digunakan adalah APA, MLA, atau Chicago Manual of Style. Dalam daftar pustaka, kita perlu mencantumkan nama penulis, judul artikel, judul jurnal, volume dan nomor, tahun publikasi, halaman awal dan akhir artikel. Selain itu, jika sumber yang kita gunakan berasal dari internet, kita perlu mencantumkan alamat URL yang tepat dan tanggal akses terakhir.

2. Urutan penulisan

Saat menuliskan daftar pustaka, kita perlu melakukannya dengan urutan yang benar. Urutan penulisan harus berdasarkan abjad berdasarkan nama penulis. Apabila penulis sama, maka kita harus mengurutkannya berdasarkan tahun publikasi. Kita juga harus memperhatikan bahwa penulisan judul artikel dan jurnal tidak boleh diawali dengan huruf kapital kecuali untuk huruf pertama atau huruf yang merupakan bagian dari nama atau akronim.

Sebagai kesimpulan, menulis catatan kaki dan daftar pustaka merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Kedua hal ini membantu kita sebagai penulis untuk menunjukkan sumber kutipan yang kita gunakan dalam penulisan dan juga sebagai panduan bagi pembaca untuk mengetahui sumber yang kita gunakan. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan format penulisan yang benar dan mengikuti aturan yang berlaku di lembaga atau disiplin ilmu yang kita ikuti.