33 Contoh Kalimat Minor Jawaban Dalam Bahasa Indonesia

41 Dilihat

Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif: Pemahaman dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Kalimat aktif dan kalimat pasif merupakan konsep penting dalam bahasa Indonesia. Ada keterkaitan erat antara kedua jenis kalimat ini, dan kadang-kadang sulit untuk membedakan keduanya. Namun, pemahaman yang baik terhadap kalimat aktif dan kalimat pasif akan sangat membantu dalam berbicara dan menulis bahasa Indonesia dengan lebih tepat dan jelas.

Apa itu Kalimat Aktif?

Sebuah kalimat aktif adalah kalimat di mana subjek melakukan aksi pada objek. Dalam kalimat aktif, subjek menjadi agen, bertindak pada objek dan menghasilkan kejadian dalam kalimat tersebut. Berikut ini adalah contoh dari kalimat aktif:

Contoh 1:

Mbak Siska memetik bunga mawar di taman.

Dalam contoh kalimat tersebut, Mbak Siska adalah subjek dari kalimat aktif yang melakukan aksi memetik pada objek bunga mawar.

Contoh 2:

Anak-anak di lingkungan ini suka bermain sepak bola.

Dalam contoh ini, anak-anak menjadi subjek dari kalimat aktif yang melakukan aksi suka pada objek bermain sepak bola.

Apa itu Kalimat Pasif?

Sebuah kalimat pasif adalah kalimat di mana subjek menerima aksi dari objek atau perbuatan. Pada kalimat pasif, subjek menjadi pasif dan menerima aksi atau menanggung konsekuensi dari objek dalam kalimat tersebut.

Contoh 1:

Bunga mawar dipetik oleh Mbak Siska di taman.

Dalam kalimat pasif ini, bunga mawar menjadi subjek yang menerima aksi dipetik dari objek Mbak Siska.

Contoh 2:

Sepak bola sering dimainkan oleh anak-anak di lingkungan ini.

Di kalimat ini, anak-anak menjadi subjek dari kalimat pasif yang menerima konsekuensi dari objek sepak bola yang sering dimainkan.

Apa Perbedaan Antara Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif?

Dalam kalimat aktif, subjek menjadi agen pemicu aksi sedangkan dalam kalimat pasif, subjek menjadi obyek yang menerima aksi. Ketika kita menciptakan sebuah kalimat pasif, verb dibantu oleh to be, sedangkan dalam kalimat aktif, verb membentuk simple present (V1) atau simple past (V2) dan setelah itu baru disusul oleh objek.

Penggunaan kalimat aktif akan memberi kesan lebih langsung dan jelas pada pembaca atau pendengar. Kalimat ini lebih umum digunakan dalam penulisan bahasa Indonesia. Di sisi lain, kalimat pasif digunakan ketika kita tidak tahu siapa yang melakukan aksi atau ketika kita ingin memfokuskan pada objek atau hasil dari aksi.

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut ini adalah beberapa contoh lain dari kalimat aktif dan kalimat pasif dalam kehidupan sehari-hari:

Contoh Kalimat Aktif:

  • Dia mengambil buku dari rak.
  • Pak Umar menanam pohon di taman.
  • Saya melihat kamu melompati pagar
  • Siti membaca buku itu di perpustakaan.

Contoh Kalimat Pasif:

  • Buku diambil dari rak oleh dia.
  • Pohon ditanam di taman oleh Pak Umar.
  • Kamu dilihat oleh saya melompati pagar.
  • Buku itu dibaca oleh Siti di perpustakaan.

Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif dalam Tulisan Ilmiah

Dalam tulisan ilmiah, penggunaan kalimat aktif lebih umum karena penulis bagiannya bertindak sebagai agen dan bertanggung jawab untuk menjelaskan hasil penelitian atau analisis. Oleh karena itu, kalimat aktif memberikan kesan lebih meyakinkan.

Di sisi lain, kalimat pasif digunakan untuk menunjukkan fokus yang lebih besar pada hasil penelitian atau analisis daripada pada pelakunya. Setiap penelitian, menurut aturan umum dari tulisan ilmiah, menggunakan kalimat bahasa pasif setidaknya sekali pada bagian-bagian tertentu dalam karyanya.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, kalimat aktif dan kalimat pasif merupakan dua jenis kalimat penting dalam bahasa Indonesia yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai jenis tulisan. Pemahaman yang baik terhadap keduanya akan memudahkan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang tepat dan jelas. Dalam tulisan ilmiah, penggunaan kalimat aktif lebih umum saat penulis bertindak sebagai agen yang bertanggung jawab dalam menjelaskan hasil penelitian atau analisis. Di sisi lain, kalimat pasif dipakai untuk memberikan fokus yang lebih menjurus ke hasil penelitian atau analisis itu sendiri.