Antonim Paradoksal

65 Dilihat

Kata Berisik Bermakna Berisik?

Antonim: Kata-Kata Berlawanan

Jangan kaget jika ternyata kata-kata yang berlawanan dengan makna yang serupa justru dapat menjadi bahan tawa dalam kehidupan sehari-hari. Iya, di dalam bahasa Indonesia sendiri, terdapat banyak antonim yang dapat membingungkan setiap orang yang sedang belajar bahasa Indonesia. Antonim sendiri adalah kata-kata yang memiliki arti berlawanan. Misalnya, kata “terima” dan “tolak” adalah antonim.

Antonim sendiri adalah salah satu bagian dari semantik, yaitu ilmu tentang arti kata atau tanda bahasa. Semantik mempelajari arti dari kata atau ungkapan dalam bahasa tertentu. Selama beberapa dekade, semantik menjadi topik favorit di kalangan ahli bahasa. Hal ini disebabkan karena semantik dapat membantu memahami makna kata-kata yang digunakan dalam bahasa tertentu.

Paradoks Antonim Bermakna Tidak Lagi Bermakna

Mungkin yang jadi bahan tawa dalam kehidupan sehari-hari adalah antonim paradoks. Antonim paradoks adalah antonim yang sebenarnya tidak lagi memiliki arti yang berlawanan. Sebaliknya, kata-kata itu sudah memiliki makna yang sepenuhnya berbeda. Bisa dibilang keduanya memiliki makna yang berbeda secara radikal, walaupun tetap tergolong dalam kategori kata yang berlawanan.

Contohnya adalah antonim “berisik” dan “tenang”. Memang, pada hakikatnya keduanya memiliki arti yang berlawanan, tetapi kata “tenang” tidak selalu melambangkan ketenangan. Begitu juga dengan kata “berisik” yang tidak selalu melambangkan kebisingan. Misalnya, ketika kita melihat teman yang sedang hening, kita bisa saja bertanya, “kok jadi berisik begitu ya?”. Dalam hal ini, kata “berisik” digunakan secara ironic, bukan dengan makna sebenarnya.

3 Antonim Kata Berisik di Tesaurus Bahasa Indonesia

Namun, bagaimana kalau kita mencari antonim “berisik” yang memang bermakna berlawanan? Ada beberapa kata yang dapat dijadikan antonim “berisik”, yaitu:

1. Sepi: Kata “sepi” adalah antonim berlawanan dari kata “berisik”, karena sepi mengindikasikan keadaan yang hening dan sepi tanpa suara.

2. Sunyi: Kata “sunyi” cukup sering digunakan sebagai antonim atau sinonim dari kata “sepi”. Artinya, kata “sunyi” juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sepi dari suara atau kebisingan.

3. Damai: Kata “damai” juga bisa dijadikan sebagai antonim kata “berisik”. Kata ini memang cenderung digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tenang dan hening.

Catatan Akhir

Kata-kata berlawanan atau antonim sering kali membingungkan bagi mereka yang sedang belajar bahasa Indonesia. Namun, dengan pemahaman yang tepat, tidak sedikit pula kata-kata yang justru dapat menjadi bahan tawa dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun demikian, antonim paradoks seperti “berisik” dan “tenang” memang dapat melahirkan ketidakjelasan makna bagi pembicara yang kurang tepat dalam penggunaannya. Untuk itu, penting bagi kita untuk mempelajari arti dari setiap kata secara tepat. Dalam hal ini, tesaurus bahasa Indonesia dapat menjadi referensi yang baik untuk mengetahui antonim dari setiap kata.