Kalimat Aktif Dwitransitif – Pengertian

55 Dilihat

Kalimat Aktif dan Pasif: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Sebagai pembelajar bahasa Indonesia, Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah kalimat aktif dan pasif. Dalam bahasa Indonesia, kedua jenis kalimat ini memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan sebuah kalimat yang efektif. Dalam artikel ini, kami akan membahas dan memberikan beberapa contoh kalimat aktif dan pasif beserta penggunaan dan penerapannya.

Pengertian Kalimat Aktif dan Pasif

Sebelum memahami dan mengenal lebih jauh perbedaan antara kalimat aktif dan pasif, penting bagi Anda untuk memahami pengertian masing-masing jenis kalimat tersebut.

Kalimat aktif adalah jenis kalimat yang subjeknya melakukan tindakan pada objek. Contohnya adalah “Budi membeli buku”. Dalam kalimat tersebut, subjek yaitu “Budi” melakukan tindakan membeli pada objek “buku”.

Sedangkan kalimat pasif adalah jenis kalimat yang objeknya menerima tindakan dari subjek. Contohnya adalah “Buku dibeli oleh Budi”. Dalam kalimat tersebut, objek yaitu “buku” menerima tindakan dibeli dari subjek “Budi”.

Jenis Kalimat Aktif dan Pasif

Dalam bahasa Indonesia, terdapat beberapa jenis kalimat aktif dan pasif yang dapat Anda pelajari. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis kalimat aktif dan pasif yang umum digunakan.

Kalimat Aktif Transitif

Kalimat aktif transitif adalah jenis kalimat aktif yang memiliki obyek atau objek langsung. Obyek ini berfungsi sebagai penerima tindakan dari subjek dalam kalimat. Contohnya adalah “Budi membeli buku”.

Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif adalah jenis kalimat aktif yang tidak memiliki objek atau obyek langsung. Subjek dalam kalimat ini hanya melakukan tindakan tanpa ditujukan pada objek. Contohnya adalah “Budi berjalan di taman”.

Kalimat Pasif Transitif

Kalimat pasif transitif adalah jenis kalimat pasif yang memiliki subyek atau subyek pasif yang merupakan objek dari kalimat aktif. Contohnya adalah “Buku dibeli oleh Budi”.

Kalimat Pasif Intransitif

Kalimat pasif intransitif adalah jenis kalimat pasif yang tidak memiliki objek atau obyek langsung. Subyek dalam kalimat ini ditindaklanjuti oleh kata keterangan, bukan kata benda. Contohnya adalah “Kucing sudah tidur di dalam rumah”.

Cara Mengubah Kalimat Aktif menjadi Kalimat Pasif

Saat menulis kalimat, seringkali Anda harus memilih antara menggunakan kalimat aktif atau pasif. Jika Anda ingin menekankan objek atau hasil dari suatu tindakan, maka sebaiknya gunakan kalimat pasif. Namun jika Anda ingin menekankan pelaku dari suatu tindakan, maka gunakan kalimat aktif.

Untuk mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif, berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:

  1. Ganti objek kalimat aktif menjadi subjek pada kalimat pasif
  2. Selanjutnya, gunakan kata kerja bantu “dihubungkan” dan kata kerja bentuk ketiga dari kata kerja utama pada kalimat aktif
  3. Tambahkan kata depan “oleh” setelah subjek kalimat pasif

Berikut adalah contoh dari cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif:

  • Kalimat aktif: Budi membeli buku
  • Kalimat pasif: Buku dibeli oleh Budi

Dalam contoh di atas, objek pada kalimat aktif yaitu “buku” berubah menjadi subjek pada kalimat pasif dan kata kerja “dibeli” yang merupakan kata kerja bentuk ketiga dari kata kerja utama pada kalimat aktif digunakan pada kalimat pasif.

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif

Berikut adalah beberapa contoh kalimat aktif dan pasif yang dapat Anda gunakan untuk menambah pemahaman Anda mengenai kedua jenis kalimat ini:

Contoh Kalimat Aktif

  • Andi memasak nasi goreng
  • Siti menjawab pertanyaan dengan cepat
  • Nita menari di atas panggung
  • Kucing melompati pagar untuk mengejar tikus
  • Bayi menangis dalam kamar

Contoh Kalimat Pasif

  • Nasi goreng dimasak oleh Andi
  • Pertanyaan dijawab dengan cepat oleh Siti
  • Penarian dilakukan oleh Nita di atas panggung
  • Pagar dilompati oleh kucing untuk mengejar tikus
  • Kamar di dalamnya bayi menangis

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Kalimat Aktif dan Pasif

Kedua jenis kalimat, baik kalimat aktif maupun pasif, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis kalimat ini dapat membantu Anda dalam menentukan jenis kalimat yang tepat untuk digunakan pada sebuah tulisan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan menggunakan kalimat aktif dan pasif:

Kelebihan Penggunaan Kalimat Aktif

Beberapa kelebihan penggunaan kalimat aktif adalah:

  • Memudahkan pembaca untuk memahami subjek dalam kalimat
  • Lebih jelas dan bersifat langsung tentang apa yang terjadi
  • Menyoroti kegiatan atau tindakan yang terjadi

Kekurangan Penggunaan Kalimat Aktif

Berikut adalah kekurangan penggunaan kalimat aktif:

  • Kurang menekankan pada objek dalam sebuah kalimat
  • Tidak cocok digunakan jika pelaku atau subjek tidak diketahui

Kelebihan Penggunaan Kalimat Pasif

Berikut adalah kelebihan penggunaan kalimat pasif:

  • Menekankan pada objek dalam sebuah kalimat
  • Cocok digunakan jika pelaku atau subjek tidak perlu disebutkan
  • Bisa digunakan untuk menunjukkan rasa sopan santun

Kekurangan Penggunaan Kalimat Pasif

Berikut adalah kekurangan penggunaan kalimat pasif:

  • Meningkatkan tingkat ambigu dalam sebuah kalimat
  • Lebih sulit dimengerti oleh pembaca
  • Tidak terlalu efektif dalam menyampaikan maksud tertentu

Kesimpulan

Dalam bahasa Indonesia, terdapat dua jenis kalimat, yaitu kalimat aktif dan pasif, yang memiliki peran yang sangat penting dan syarat dalam tata bahasa bahasa Indonesia. Setiap jenis kalimat memiliki penggunaan dan penerapannya masing-masing. Penting bagi penulis untuk memahami perbedaan dan kelebihan serta kekurangan dari kedua jenis kalimat ini agar dapat memilih jenis kalimat yang tepat untuk digunakan dalam tulisan.