Kalimat Verba Pasif dalam Bahasa Indonesia

35 Dilihat

Kalimat Verba Pasif adalah kalimat di mana objek menjadi subjek dan subjek menjadi objek. Dalam bahasa Indonesia, struktur kalimat ini cukup umum dan digunakan dalam berbagai jenis konteks, mulai dari percakapan sehari-hari hingga penulisan formal. Pada intinya, kalimat verba pasif memberikan penekanan lebih pada tindakan atau peristiwa, bukan pada pelaku tindakan tersebut.

Contoh kalimat verba pasif adalah “Bola ditendang oleh John.” Di sini, bola (yang biasanya akan menjadi objek dalam kalimat aktif) menjadi subjek, dan John (yang biasanya akan menjadi subjek dalam kalimat aktif) menjadi objek. Aksi (ditendang) menjadi fokus utama kalimat, bukan John.

Pembentukan Kalimat Verba Pasif

Untuk membentuk kalimat verba pasif dalam bahasa Indonesia, ada beberapa langkah yang harus diikuti. Langkah pertama adalah mengubah subjek menjadi objek dan objek menjadi subjek. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memindahkan objek ke posisi subjek dan sebaliknya. Selanjutnya, verba harus dirubah ke dalam bentuk pasif.

Dalam bahasa Indonesia, bentuk pasif dari verba bisa dibuat dengan menambahkan awalan ‘di-‘ atau ‘ter-‘ pada verba. Misalnya, verba aktif ‘makan’ menjadi ‘dimakan’ dalam bentuk pasif, dan verba aktif ‘pukul’ menjadi ‘dipukul’ dalam bentuk pasif.

Penggunaan Kalimat Verba Pasif

Kalimat verba pasif sering digunakan dalam berbagai situasi, baik itu dalam penulisan maupun percakapan. Dalam penulisan berita atau laporan, kalimat verba pasif digunakan untuk memberi penekanan pada aksi atau peristiwa yang terjadi, bukan pada siapa yang melakukan aksi tersebut.

Misalnya, dalam laporan kejadian, kita mungkin akan menulis “Sebuah rumah hangus terbakar” daripada “Seseorang membakar sebuah rumah”. Di sini, fokus utama adalah pada peristiwa rumah tersebut terbakar, bukan pada siapa yang membakarnya.

Kesalahan Umum dalam Kalimat Verba Pasif

Meskipun kalimat verba pasif cukup umum digunakan dalam bahasa Indonesia, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaannya. Salah satunya adalah kebingungan antara penggunaan awalan ‘di-‘ dan ‘ter-‘ dalam pembentukan verba pasif.

Sebagai aturan umum, awalan ‘di-‘ digunakan untuk tindakan yang disengaja, sementara ‘ter-‘ digunakan untuk tindakan yang tidak disengaja atau keadaan pasif. Misalnya, kita akan mengatakan “Buku ini dibaca oleh saya” (saya secara sengaja membaca buku ini), tetapi “Buku ini terbaca” (buku ini secara tidak sengaja telah dibaca).