Sinonim Cantik

45 Dilihat

Sinonim dan Antonim: Lawan Kata yang Penting Diketahui

Dalam bahasa Indonesia, terdapat banyak kata-kata yang memiliki makna yang sama atau serupa. Kata-kata tersebut disebut sebagai sinonim. Namun, di sisi lain, terdapat pula kata-kata yang memiliki makna berbeda atau bertolak belakang dengan kata lain. Kata-kata tersebut disebut sebagai antonim. Mengetahui sinonim dan antonim sangatlah penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia, tidak hanya untuk anak-anak di sekolah, tetapi juga untuk orang dewasa.

Sinonim: Pengertian dan Contoh

Pengertian

Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti yang hampir sama atau serupa. Dalam kamus, sinonim sering diidentifikasi dengan tanda (∼) atau (≈) antara kedua kata yang sinonim. Misalnya, kata yang sinonim dengan kata “besar” adalah “luas”, “lebar”, “agung”, dan “hebat”.

Contoh

Contoh penggunaan sinonim dalam sebuah kalimat:

  • Alat musik gitar yang dimainkan oleh anak kecil itu sangatlah indah. (∼ cantik, menarik, enak didengar)
  • Setiap pesanannya harus diantar ke alamat yang benar. (∼ tepat, sesuai)
  • Mari kita mulai latihan untuk persiapan ujian nanti. (∼ mengawali, memulai)

Perbedaan antara sinonim dengan homonim dan polisemi

Perbedaan antara sinonim, homonim dan polisemi harus dicatat ketika mempelajari kata-kata dalam bahasa Indonesia. Homonim adalah kata yang memiliki bunyi yang sama, tetapi artinya berbeda. Sedangkan, polisemi adalah kata yang memiliki banyak arti tergantung dari konteksnya. Sinonim memiliki makna atau arti yang hampir sama atau serupa.

Antonim: Pengertian dan Contoh

Pengertian

Antonim merupakan kata-kata yang memiliki makna atau arti yang berlawanan atau bertolak belakang. Ada dua jenis antonim, yakni antonim penuh dan antonim sebagian.

  • Antonim penuh adalah kata-kata yang maknanya benar-benar bertolak belakang. Misalnya, “panas” (∼ dingin), “jahat” (∼ baik), dan “siang” (∼ malam).
  • Antonim sebagian adalah kata-kata yang memiliki bagian tertentu dari makna atau arti yang bertolak belakang. Misalnya, “berhasil” (∼ gagal), “gagah” (∼ lemah), dan “lapang” (∼ sempit).

Contoh

Contoh penggunaan antonim dalam sebuah kalimat:

  • Setiap orang dapat melakukan kesalahan, juga kamu termasuk di dalamnya. (∼ benar, tidak salah)
  • Kainnya sangat halus, tetapi justru itu yang membuatnya mudah rusak. (∼ kasar, tahan lama)
  • Telah lama kita tak bertemu, apa kabar kamu? (∼ jarang, sering)

Perbedaan antara antonim dengan kontrasif dan sinonimi sebagian

Perbedaan antara antonim, kontrasif dan sinonimi sebagian harus dicatat ketika mempelajari kata-kata dalam bahasa Indonesia. Kontrasif adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti yang kontras atau bertentangan meskipun tidak seluruhnya bertolak belakang. Contohnya, “dekat” (∼ jauh). Sinonim sebagian adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti yang sama pada bagian tertentu, tetapi berbeda pada bagian lainnya. Contohnya, “hijau” (∼ merah untuk tanaman), “putih” (∼ hitam untuk pakaian).

Kesimpulannya, penggunaan sinonim dan antonim dalam bahasa Indonesia sangat penting untuk memperkaya kosakata kita. Dengan mempelajari sinonim dan antonim, maka kita dapat lebih memahami makna dari sebuah kata dan dapat menggunakan kata-kata yang lebih efektif dan variatif dalam penulisan atau percakapan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat diambil dari pembahasan tentang sinonim dan antonim:

  • Sinonim dan antonim memiliki perbedaan dengan homonim dan polisemi.
  • Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti yang hampir sama atau serupa.
  • Antonim adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti yang berlawanan atau bertolak belakang.
  • Keduanya sangatlah penting untuk memperkaya kosakata kita.
  • Dalam mempelajari sinonim dan antonim, kita juga perlu memerhatikan kontrasif dan sinonim sebagian.